bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online
Home » » Sekolah Berkukuh Sembunyikan Laporan Dana

Sekolah Berkukuh Sembunyikan Laporan Dana

Written By Supriadi on Saturday, November 16, 2013 | 8:36 AM

TEMPO.CO, Jakarta - Sekolah di Jakarta hingga kini belum ada yang mau membuka penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). "Sampai Dinas Pendidikan DKI Jakarta pun tidak mau terbuka jika diminta laporannya," kata peneliti Divisi Pelayanan Publik Indonesia Corruption Watch (ICW), Siti Juliantari, kepada Tempo, Jumat, 15 November 2013.

Padahal, dalam setiap sengketa informasi yang didampingi oleh ICW di Komisi Informasi Daerah (KID) dan Komisi Informasi Pusat (KIP), laporan pertanggungjawaban BOS dinyatakan sebagai informasi publik. Pada 2010, KIP menyatakan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, SMPN 190, SMPN 95, SMPN 84, SMPN 67, dan SMPN 28 wajib membuka laporannya.

Dengan begitu, salinan dokumen keuangan, termasuk kuitansi dan surat pertanggungjawaban pengelolaan BOS tahun 2007-2009 di sekolah-sekolah itu, harus tersedia untuk publik. Namun, tiap kali laporan itu diminta, mereka beralasan masih akan banding atau mengkaji putusan tersebut.

Tari menuturkan, ICW lantas menyerahkan putusan KIP kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk dieksekusi. Laporan BOS dan BOP SMPN 67 menjadi obyek sengketa pertama yang bakal dieksekusi. Juru sita pengadilan telah mengirimkan imbauan untuk SMPN 67, tapi belum ada data yang diserahkan. Padahal putusan KIP itu genap tiga tahun sejak Jumat, 15 November 2013.

Menurut Tari, ada dua sekolah lagi di Jakarta yang diadukan orang tua murid, yakni SMPN 19 dan SMAN 70. Proses sengketa informasinya kini sedang diproses di KID.

Namun Dinas Pendidikan DKI Jakarta membantah enggan terbuka soal dana BOS. Laporan itu, menurut Kepala Dinas Taufik Yudi Mulyanto, rutin disampaikan kepada Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Ia menilai wajar terkait maraknya keluhan transparansi dana BOS oleh masyarakat. "Kalau di dunia masih ngeluh itu wajar, di surga nanti baru enggak ada yang ngeluh lagi," ujar Taufik.

BUNGA MANGGIASIH | SUBKHAN


Baca juga
Tiga Janji Indonesia pada Pengusaha Australia 
Temu Bisnis Australia-Indonesia Soal Infrastruktur 
Boediono Kembali ke Monash 
Australia Inginkan Makin Banyak Turis Indonesia 
Ini Hasil Pembicaraan Empat Mata Boediono-Abbot  
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Catatan Online Supri7 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by Cara Gampang
Proudly powered by Blogger