bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online
Home » , » Agar Keuangan Keluarga Bisa Mandiri

Agar Keuangan Keluarga Bisa Mandiri

Written By Supriadi on Tuesday, November 5, 2013 | 2:50 AM

Oleh Prita Ghozie
Perencana Keuangan Independen dari ZAP Finance

Menjadi keluarga yang mandiri secara finansial merupakan impian setiap keluarga. Bagaimana caranya?

Saat ini, banyak keluarga di Indonesia yang mulai peduli dengan keuangannya. Pengelolaan keuangan bukan hanya bertujuan untuk memperoleh kondisi keuangan yang sehat, melainkan mampu menyokong kehidupan keluarga hingga hari tua. Selain itu, menjadi keluarga yang mandiri secara finansial merupakan tujuan kehidupan yang sejahtera. Bagaimana caranya?

Mandiri secara finansial dapat diartikan memiliki penghasilan di atas pengeluaran, serta dapat menikmati penghasilan pasif dari aset produktif untuk menyokong biaya hidup sehari-hari. Setiap tahun, porsi penghasilan pasif diharapkan semakin besar dan bisa menggantikan penghasilan aktif dari bekerja. Hal terpenting, keuangan keluarga direncanakan secara komprehensif dan menyeluruh. Kenapa? Karena segala sesuatu mungkin terjadi dalam kehidupan manusia.

Sebagai contoh, pengalaman keluarga Dimas dan Mita. Pasangan yang berusia 30-an tahun ini memiliki 3 orang anak yang masih sekolah. Setiap bulan, biaya hidup rutin mereka sebesar 20 juta rupiah. Apabila penghasilan dari bekerja dan aset produktif lebih dari 20 juta rupiah, mereka bisa dikatakan mulai sehat secara finansial.

Tak disangka, 6 bulan lalu, Dimas terserang penyakit kritis, kemudian meninggal dunia di usia produktifnya sebagai seorang direktur pemasaran. Akhirnya, Mita yang memang bekerja harus menyokong biaya hidup 3 orang anaknya dan terpaksa menurunkan standar hidup keluarga. Hal ini tidak hanya menimpa keluarga Dimas dan Mita, tetapi sesungguhnya bisa menimpa siapa saja.

Oleh karena itu, memiliki kondisi keuangan yang sehat dan mandiri tentu menjadi dambaan setiap keluarga, terlebih yang sudah memiliki tanggungan. Ada 5 hal yang harus Anda perhatikan agar kondisi tersebut dapat terwujud.

Pertama, dana darurat. Setiap orang wajib punya dana darurat minimal 3 kali pengeluaran bulanan. Jadi, untuk keluarga Dimas dan Mita misalnya, dana darurat yang dibutuhkan minimal sebesar 60 juta rupiah. Jika saat ini Anda tidak punya dana darurat, mulailah menyisihkan 10% dari penghasilan hingga hasil ideal tercapai.

Kedua, utang. Jumlahkan semua pembayaran minimum tagihan utang Anda, termasuk kartu kredit, kredit kendaraan, kredit perumahan, dan kredit dana tunai. Jumlah total pembayaran cicilan utang Anda tidak boleh melebihi 35% dari penghasilan bulanan. Khusus untuk cicilan kredit perumahan, porsinya tidak boleh melebihi 30% dari penghasilan rutin bulanan. Misalkan gaji bulanan 10 juta, maka maksimal cicilan adalah 3 juta. Jika cicilan Anda melebihi itu, Anda harus kerja ekstra membayar pokok utang agar cicilan per bulan bisa turun.

Ketiga, dana untuk hari tua. Siapkan masa depan Anda dengan mulai berinvestasi untuk dana pensiun. Percaya atau tidak, Anda pasti akan mengalami masa penurunan produktivitas. Karyawan pasti akan pensiun. Pengusaha pasti ada masanya meneruskan bisnis ke anak. Merencanakan dana pensiun sangat vital untuk Anda yang tidak rela punya gaya hidup yang menurun di masa depan.

Keempat, dana untuk pendidikan anak. Di Indonesia, biaya pendidikan menjadi tantangan terbesar banyak orang tua. Bagaimana tidak, dengan kenaikan biaya pendidikan yang fantastis, Anda tidak boleh asal-asalan dalam mempersiapkan dana pendidikan anak. Pastikan Anda sudah menghitung berapa kebutuhannya, dan Anda sudah berinvestasi untuk mencapainya.

Kelima, proteksi atas kondisi finansial. Melindungi nilai aset dan nilai ekonomis jiwa Anda sangatlah penting. Sakit keras atau musibah dapat melenyapkan aset berharga dan menghancurkan kesehatan keuangan Anda. Seperti kasus yang menimpa keluarga Dimas dan Mita, kepala keluarga dipanggil yang Maha Kuasa saat di usia produktif sementara dia masih punya tanggungan. Kemampuan untuk menabung dan berinvestasi menjadi hilang.

Jika Anda punya tanggungan (anak, orang tua, atau saudara), maka memiliki proteksi atas jiwa menjadi wajib untuk Anda. Selain tentunya, proteksi atas kesehatan bagi seluruh anggota keluarga.

Evaluasi kebutuhan proteksi Anda, dan pastikan Anda punya asuransi yang benar-benar dibutuhkan keluarga Anda. Untuk mengetahui berapakah nilai uang pertanggungan yang sesuai untuk keluarga Anda,

Lakukan dari Sekarang
Mencapai kondisi mandiri secara finansial tidak didapat dengan membalikkan telapak tangan. Anda dan pasangan harus berusaha dan berkomitmen untuk mencapainya. Mulailah dengan memperhatikan kelima area penting di atas yang harus dimiliki oleh setiap keluarga. Tetapi ingat, berencana saja tidak cukup, Anda harus melakukan aksi nyata. Lakukanlah aksi tersebut dari sekarang!

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Catatan Online Supri7 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by Cara Gampang
Proudly powered by Blogger