bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online
Home » , » BI: Ekonomi Sulsel Triwulan IV Melambat

BI: Ekonomi Sulsel Triwulan IV Melambat

Written By Supriadi on Friday, December 6, 2013 | 10:03 AM

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasriyani Latif
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan (Sulsel) akan kembali melambat di triwulan IV tahun ini. Diprediksi, pertumbuhan akan berada pada kisaran 6,98 hingga 7,98 persen (yoy).
Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah I Sulampua, Suhaedi, Jumat (15/11/2013) mengatakan, seiring dengan proyeksi perlambatan di akhir tahun, secara keseluruhan ekonomi Sulsel pada tahun 2013 diperkirakan berada pada kisaran 7,02 hingga 8,02 persen.
Perkiraan ini masih akan melebihi pertumbuhan ekonomi secara nasional pada 2013 yang diproyeksikan pada kisaran 5,50 sampai 5,90 persen.
Menurutnya, dari sisi penawaran, indikasi perlambatan diperkirakan karena turunnya produksi sektor primer akibat faktor cuaca dan musim tanam, serta harga internasional yang belum membaik untuk komoditas pertambangan.
"Kebijakan pemerintah di bidang ekspor minerba diperkirakan masih akan menjaga ekspor pertambangan pada level moderat," ujarnya.
Kemudian dari sisi permintaan, kegiatan investasi dan konsumsi diperkirakan masih akan tumbuh positif meski dampak kebijakan pengetatan likuiditas tetap terasa pengaruhnya.
Beberapa proyek infrastruktur multiyears, seperti pelabuhan New Port Makassar, hotel, dan pembangkit tenaga listrik akan meningkatkan kinerja investasi. Sementara pengeluaran pemerintah di akhir tahun akan mendorong kegiatan konsumsi.
Dikatakan, perlambatan ekonomi global maupun domestik relatif kurang berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi Sulsel. Angka pertumbuhan Sulsel tercatat lebih tinggi dari nasional yang hanya 5,62 persen (yoy).
Di triwulan I, II, dan III, pertumbuhan ekonomi Sulsel tercatat masing-masing 7,97 persen (yoy), 6,33 persen (yoy), dan 8,32 persen (yoy). Dari sisi produksi, kinerja sektor primer yakni pertanian dan pertambangan meningkat tajam setelah melambat di triwulan II.
Pertumbuhan ekonomi ini juga diikuti penurunan tingkat pengangguran dari 5,9 persen menjadi 5,1 persen. Dari sisi kualitas, BI menilai bahwa ekonomi yang tinggi dalam beberapa tahun terakhir sudah mengurangi kemiskinan.

"Hanya saja, keberhasilan pembangunan yang sudah berjalan itu ada ekses. Melebarkan kesenjangan antara kaya dan miskin," jelasnya.
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Catatan Online Supri7 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by Cara Gampang
Proudly powered by Blogger