bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online
Home » » AS diduga menyadap Yahoo dan Google

AS diduga menyadap Yahoo dan Google

Written By Supriadi on Thursday, December 5, 2013 | 9:56 AM


Merdeka.com - Belum usai isu penyadapan terhadap para pemimpin negara Eropa, Dinas Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) kembali membuat heboh. Berdasarkan laporan harian Washington Post, Rabu (30/10), Dinas Keamanan Nasional Amerika Serikat telah menyadap sejumlah tautan komunikasi utama dari pusat data Yahoo dan Google di seluruh dunia.

Washington Post mengutip dokumen dari mantan kontraktor NSA Edward Snowden dan wawancara dengan sejumlah pejabat. Penyadapan itu memungkinkan NSA mengumpulkan data dari ratusan hingga jutaan akun pengguna, termasuk warga AS.

Dalam laporan itu, program penyadapan tersebut dioperasikan Dinas Keamanan Nasional Amerika Serikat bersama Dinas Keamanan Inggris (GHCQ) dengan nama MUSCULAR. Program tersebut memungkinkan kedua dinas keamanan tersebur mengambil lalu lintas data dari kabel serat optik yang digunakan oleh Yahoo dan Google.

Laporan Washington Post itu juga menyebut MUSCULAR berbeda dengan PRISM, yang membutuhkan perintah pengadilan untuk pelaksanaannya. Berdasarkan dokumen tertanggal 9 Januari 2013 yang dikutip Washington Post, 181 juta catatan berhasil dikumpulkan dalam kurun waktu 30 hari. Data tersebut meliputi metadata surat elektronik seperti teks, suara dan video.

Dokumen itu mengindikasikan bahwa pengumpulan data NSA itu berlangsung di luar Amerika Serikat dan operator telekomunikasi yang tidak disebutkan namanya berperan dalam memberikan akses kepada mereka. Gambar dalam dokumen tersebut menunjukkan bahwa pencegatan data dilakukan di saat lalu lintas data antara pengguna internet publik dan server 'cloud' milik Google.

"Dengan beroperasi di luar wilayah AS maka NSA memiliki wewenang yang lebih luas, karena pengoperasian di AS membutuhkan perintah pengadilan," tulis Washington Post.

Kepala NSA, Jenderal Keith Alexander, mengaku tidak tahu menahu soal laporan tersebut. Namun demikian, dia menegaskan tuduhan tersebut tidak akurat.

"Aktivitas seperti itu, dalam sepengetahuan saya, tidak pernah terjadi. Faktanya pada Juni ada tuduhan tentang NSA yang menyadap server Yahoo atau Google, hal itu merupakan tuduhan yang tidak benar," katanya dalam sebuah konferensi yang disponsori oleh Bloomberg TV

Dia menambahkan NSA bisa mendapatkan akses terhadap sejumlah data tertentu berdasarkan perintah pengadilan dan hal itu tidak mencakup wewenang untuk menerobos database tertentu.

Petinggi Bidang Hukum Google, David Drummond, mengatakan raksasa internet itu tidak terlibat dalam aktivitas penyadapan yang dituduhkan.

"Kami telah lama sadar tentang kemungkinan tersebut, sehingga kami terus memperluas enkripsi data dalam berbagai layanan Google, terutama tautan dalam slide," kata Drummond dalam pernyataan.

Yahoo juga membantah hal itu dengan mengatakan dalam pernyataan kepada AFP bahwa mereka memiliki akses yang ketat untuk melindungi keamanan pusat data mereka dan mereka tidak pernah memberikan akses kepada NSA atau badan pemerintah lainnya.

Laporan tersebut muncul di tengah prahara protes terkait pengintaian NSA terhadap jaringan telepon dan komunikasi internet di dalam dan luar AS.

Pada Selasa, pejabat AS mengatakan bahwa laporan tentang dinas spionase AS yang menerobos jutaan data komunikasi di Eropa merupakan hal yang tidak benar.

Namun, Alexander sempat mengatakan kepada para anggota DPR AS bahwa dalam berbagai kasus tertentu dinas intelijen Eropa menyerahkan catatan telepon dan membaginya kepada intelijen AS.


[dan]
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Catatan Online Supri7 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by Cara Gampang
Proudly powered by Blogger